Kota Mojokerto – Suasana berbeda tampak pada kegiatan Sekolah Perempuan (Sekoper) Kota Mojokerto, Sabtu (6/12) pagi. Tidak seperti biasanya yang digelar di balai atau ruang komunitas, kali ini para perempuan peserta Sekoper memasuki Universitas Mayjen Sungkono (Unimas) Mojokerto untuk mengikuti kelas peningkatan modal usaha.
Sebanyak tiga Sekoper yakni Sekoper Cerdas dari Kelurahan Mentikan, Sekoper Ceria dari Kelurahan Blooto, dan Sekoper Cinta dari Kelurahan Gununggedangan mengikuti pelatihan yang difasilitasi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Unimas. Para peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku Industri Rumah Tangga (IRT), terlihat antusias mendalami materi mengenai pengelolaan usaha.
Ketua Pokja Pemberdayaan Perempuan Forum PUSPA, Ny. Dewi Ratnawati Gaguk Tri Prasetyo, menyampaikan bahwa PUSPA telah menjalin kerja sama dengan Unimas sejak 2024. Kegiatan pelatihan tahun ini menjadi bagian dari rencana kerja 2025 dalam memperkuat kapasitas ekonomi perempuan.
“Kami ingin memastikan perempuan memiliki akses pengetahuan dan pendampingan yang berkelanjutan, terutama bagi mereka yang menjalankan usaha di rumah,” tuturnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi Unimas, Dwi Dewianawati, S.E., M.M., mengapresiasi terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat fondasi perempuan untuk menjadi pelaku ekonomi yang adaptif.
“Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pemahaman praktis tentang pengelolaan keuangan, pencatatan usaha, strategi pemasaran, hingga akses pendanaan yang sehat. Kompetensi ini penting untuk memastikan usaha yang mereka jalankan dapat bertahan dan berkembang,” kata Dewi.
Menurutnya, kerja sama ini berpotensi menjadi model pemberdayaan perempuan yang berkesinambungan, sekaligus mendorong lahirnya UMKM perempuan yang inovatif dan berdaya saing. “Universitas akan selalu siap menjadi mitra strategis PUSPA dalam memperkuat kapasitas perempuan, agar semakin banyak ibu-ibu yang bisa maju dan mandiri,” tambahnya.
Lebih lanjut pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unimas, Dr. Fajar Purwanto, S.Ked., S.M., M.M. Ia menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk memperluas peran pengabdian kepada masyarakat. “Pelatihan ini kami harapkan dapat memberi dampak berkelanjutan, mulai dari peningkatan keterampilan hingga tumbuhnya rasa percaya diri perempuan sebagai pelaku ekonomi kreatif,” tutur Fajar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) sekaligus Ketua Forum PUSPA, Retno Indrawati, serta jajaran dekan Fakultas Ekonomi Unimas.