Mojokerto, 22 September 2026 — Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto memperkuat sinergi dengan Pemerintah Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, melalui kunjungan kerja dan penjajakan pendampingan pengembangan ekonomi desa.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Kemantren pada Selasa, 22 September 2026, tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto, Dwi Dewianawati, S.E., M.M. Dalam kunjungan itu, Dekan didampingi Wakil Dekan I Dadang Purwo Ariwidodo, S.E., M.M., CPA, Ketua Program Studi Manajemen Agus Sunaryo, S.E., M.M., serta dosen Rachmad Sholeh, S.E., M.M.
Rombongan Fakultas Ekonomi diterima langsung oleh Kepala Desa Kemantren Ahmad Zaidi, S.Pd., didampingi Ketua TP PKK Desa Kemantren Dzakiroh, M.Pd., dan Ketua BPD Desa Kemantren Purnomo.
Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto turut mendukung penguatan ekonomi Desa Kemantren melalui pendampingan literasi dan tata kelola keuangan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa, pengelola BUMDesa Kabatren Sejahtera, unit usaha masyarakat, serta pelaku ekonomi produktif.
Pendampingan yang dilakukan mencakup penguatan administrasi, pencatatan keuangan, pengelolaan usaha, dan penyusunan perencanaan ekonomi desa yang lebih terukur. Selain itu, Fakultas Ekonomi turut mendorong pengembangan potensi sumber daya manusia, sumber daya alam, serta sektor usaha lokal melalui pendekatan akademik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Fakultas Ekonomi juga memberikan perhatian terhadap penguatan manajemen Bank Sampah Kabatren Asri dan pengembangan IKM Berkah Jaya. Pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan baku produk sandal klasik menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan penciptaan nilai ekonomi.
Melalui sinergi bersama Pemerintah Desa Kemantren, Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola desa yang lebih baik, pengelolaan usaha yang profesional, serta masyarakat yang semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Pendampingan ini juga diharapkan menjadi awal dari program kerja sama berkelanjutan untuk membangun ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.